Kualitas Pemain Itu Bisa Menurun
Cannes sendiri pada penghujung musim berita bola indonesia gagal mendapatkan jatah promosi untuk berlaga di ligue 1 perancis, namun mereka mampu mencatatkan prestasi yang cukup gemilang dengan berhasil mencapai partai perempat final dalam kejuaraan coupe de france. Pada turnamen semacam ini sendiri, seluruh klub baik yang berasal dari divisi pertama hingga paling akhir berhak mendapatkan kesempatan untuk berlaga walau harus melewati berbagai rangkaian babak kualifikasi terlebih dahulu namun raihan ini juga membuktikan sinergi yang sangat baik antara seorang arsene wenger bersama dengan jean-marc gillou yang saat itu menjadi mentor serta gurunya disana. Yang menariknya lagi, sekarang dapat kita saksikan arsenal yang ditangani oleh arsene wenger sejak tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh enam tersebut (1996) kerap mencetak raihan yang bagus dipiala FA dengan format kompetisi yang mirip dengan coupe de france. Bahkan merian london yang bermarkas di stadion emirates tersebut menjadi pemegang raihan trofi kompetisi FA terbanyak hingga sampai saat ini mengalahkan tim liga primer inggris lain.
Bersama klub barunya tersebut, arsene wenger kerap dihantui permasalahan yang sangat sulit untuk ditangani. Sebagai seorang pelatih yang diberikan kepercayaan untuk membesut klub berita bola dunia yang berlaga di ligue 1 perancis, arsene wenger mewarisi sebuah tim dengan kualitas para pemainnya yang bisa dikatakan berada dibawah standar liga teratas negara monalisa tersebut dan bahkan pelatih arsenal yang lahir di strasbourg ini juga hanya diberikan kucuran dana yang sangat terbatas guna memperbaiki skuadnya dengan membeli pemain berkualitas. Dan uniknya lagi, dirinya juga selalu dihadapkan dengan keterbatasan yang sama selama menukangi arsenal di liga primer inggris dimana pihak pemilik dan manajemen klub tidak kunjung memberikan alokasi dana yang besar agar arsene wenger mampu memboyong pemain kelas atas, seperti misalnya mesut ozil dari real madrid dan alexis sanchez dari barcelona dan keduanya terbukti sangat ampuh sampai disitu seperti kaka.
Pada musim pertama seorang arsene wenger melatih nancy di ligue 1 perancis sana, pelatih berita bola yang diberikan julukan sebagai sang profesor ini langsung mempekerjakan seorang ahli makanan dan nutrisi untuk menangani serta mengatur pola makan para pemainnya guna meningkatkan performa mereka masing - masing. Selain itu, arsene wenger juga menekankan kepada para pemainnya untuk tidak memakan makanan ringan seperti snack misalnya sebelum mereka turun berlaga mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau. Memang harus diakui bahwa apabila seseorang memakan sesuatu sebelum ia melakukan aktivitas yang menuntut pekerjaan fisik berat, maka makanan itu tentu akan memberikan pengaruh kepada orang tersebut terutama pada bagian fisik, terlebih lagi jika makanannya pedas dan mengandung zat - zat tertentu. Apabila dilakukan dalam jangka panjang maka bukan hal yang mustahil jika kualitas pemain itu bisa menurun.
Bersama klub barunya tersebut, arsene wenger kerap dihantui permasalahan yang sangat sulit untuk ditangani. Sebagai seorang pelatih yang diberikan kepercayaan untuk membesut klub berita bola dunia yang berlaga di ligue 1 perancis, arsene wenger mewarisi sebuah tim dengan kualitas para pemainnya yang bisa dikatakan berada dibawah standar liga teratas negara monalisa tersebut dan bahkan pelatih arsenal yang lahir di strasbourg ini juga hanya diberikan kucuran dana yang sangat terbatas guna memperbaiki skuadnya dengan membeli pemain berkualitas. Dan uniknya lagi, dirinya juga selalu dihadapkan dengan keterbatasan yang sama selama menukangi arsenal di liga primer inggris dimana pihak pemilik dan manajemen klub tidak kunjung memberikan alokasi dana yang besar agar arsene wenger mampu memboyong pemain kelas atas, seperti misalnya mesut ozil dari real madrid dan alexis sanchez dari barcelona dan keduanya terbukti sangat ampuh sampai disitu seperti kaka.
Pada musim pertama seorang arsene wenger melatih nancy di ligue 1 perancis sana, pelatih berita bola yang diberikan julukan sebagai sang profesor ini langsung mempekerjakan seorang ahli makanan dan nutrisi untuk menangani serta mengatur pola makan para pemainnya guna meningkatkan performa mereka masing - masing. Selain itu, arsene wenger juga menekankan kepada para pemainnya untuk tidak memakan makanan ringan seperti snack misalnya sebelum mereka turun berlaga mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau. Memang harus diakui bahwa apabila seseorang memakan sesuatu sebelum ia melakukan aktivitas yang menuntut pekerjaan fisik berat, maka makanan itu tentu akan memberikan pengaruh kepada orang tersebut terutama pada bagian fisik, terlebih lagi jika makanannya pedas dan mengandung zat - zat tertentu. Apabila dilakukan dalam jangka panjang maka bukan hal yang mustahil jika kualitas pemain itu bisa menurun.




Komentar
Posting Komentar